TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ratusan ilmuwan yang bekerja di sejumlah negara lain, baik yang bekerja sebagai peneliti sampai yang berkarir di perusahaan raksasa, diminta untuk pulang ke tanah air.
"Banyak orang pintar bertebaran di luar negeri. Mungkin karena kita (yang di tanah air) sibuk, nggak sempat memanggil. Kita berharap, mereka mau pulang," ujar Menteri Riset dan Tekhnologi (Menristek) Gusti Muhammad Hatta, Senin (19/12/2011).
Gusti tak memungkiri, bekerja di luar negeri, gajinya yang jauh lebih tinggi dibanding kerja di dalam negeri. Akan tetapi, rasa cinta tanah air, yang membuat para ilmuwan di luar negeri, punya keinginan untuk pulang.
"Saya yakin, pasti ada rasa benih rindu dan sayang Indonesia. Kita, juga sudah mencari data,berapa persisnya jumlah ilmuwan Indonesia yang kerja di luar negeri. Dan pemerintah bisa terus menjalin komunikasi dengan anak negeri yang berkiprah di negeri seberang untuk mau kembali," Gusti menandaskan.
Sementara itu, Deputi Riset dan Tekhnologi bidang Sumber Daya IPTEK, Freddy Permana Zen mengaku khawatir jumlah orang pintar Indonesia semakin banyak yang direkrut negara-negara lain. Untuk mencegah hal itu, Freddy mengaku terus berusaha menjaring komunikasi dengan jaringan ilmuan Indonesia di luar negeri.
"Kita tak mau Indonesia terus kehilangan ilmuan karena direkrut negara lain," Freddy menambahkan.
Anda ingin bergabung dengan Ikatan Ilmuwan Indonesia Internasional. Silahkan kontak kami atau nantikan informasi lebih lengkap mengenai cara bergabung di I-4!
Bagi yang belum sempat mengikuti acara ini, anda bisa membaca presentasi pembicara yang dihadirkan di acara tersebut
The Rise of Scientist in Corporate World
Collaboration & Networking in Research and Education
Strategi Transfer Teknologi dari Lab menuju Industri
Ingin tahu perkembangan I-4 ? Anda bisa membaca Newsletter 3 bulanan I-4!. More Info...