Photo Photo Photo Photo
Home  //  Featured News

Showcase I4

Mantan Presiden BJ Habibie hadir sebagai pembicara dalam kuliah umum di Aachen, Jerman.Di hadapan 500 peserta kuliah yang hadir, Baca lebih lanjut
lmuwan Indonesia, Dr. Irawan Satriotomo, PhD, yang saat ini menjadi peneliti di Comparative Biosciences Department, ...Baca lebih lanjut
Membaca namanya, orang mungkin tidak akan menyangka bahwa ia adalah orang Indonesia. Tapi jika membaca...Baca lebih lanjut
Sekelumit cerita datang dari para mahasiswa asal Indonesia yang tengah melanjutkan studi di Korea.Baca lebih lanjut

JAKARTA - Kementerian Riset dan Tekhnologi (Kemenristek)mengaku khawatir banyak Ilmuwan Cerdas Indonesia yang belajar di luar negeri kemudian direkrut negara-negara lain.

"Kita berusaha menjaring komunikasi dengan jaringan ilmuan Indonesia di luar negeri. Kita tak mau Indonesia terus kehilangan Ilmuwan karena direkrut negara lain," ujar Deputi Riset dan Tekhnologi bidang Sumber Daya IPTEK Freddy Permana Zen dalam diskusi pertemuan para ilmuan di gedung BPPT, Jakarta, Senin (19/12/2012).

Freddy menjelaskan, pihaknya terus berusaha membangun komunikasi dengan setiap ilmuwan Indonesia yang belajar dan mendalami bidang keilmuan di luar negeri. Isu brain drain yang senantiasa menghantui Indonesia, kata dia, telah berubah menjadi brain circulation tatkala para Ilmuan tersebut berkomunikasi intensif dan saling bekerjasama dengan sesama Ilmuwan Indonesia di negara-negara lainnya.

"Kuminikasi para ilmuan lintas negara ini tentunya menguntungkan Indonesia. Dan kita (Kemenristek) akan selalu memfasilitasi komunikasi antar ilmuan tersebut," tegas Freddy.

Sementara itu, ilmuan kedokteran indonesia di universitas Leiden, Belanda, Ahmad Aditya mengatakan, pihaknya terus membangun pertemuan-pertemuan dengan ilmuwan lain melalui organisasi Ikatan Ilmuwan Indonesia Internasional.

Namun, terang dia, awalnya banyak yang pesimis bahkan utopis menanggapi organisasi tersebut. Padahal manfaatnya akan sangat besar jika Ilmuwan Indonesia di luar negeri bersatu memikirkan bangsa. 

"Banyak sekali Ilmuwan Indonesia di luar negeri yang sangat brilian. Respek pihak luar negeri pada ilmuan asal Indonesia sangat besar," tegas Aditya. (tyo)

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ratusan ilmuwan yang bekerja di sejumlah negara lain, baik  yang bekerja sebagai peneliti sampai yang berkarir di perusahaan raksasa, diminta untuk pulang ke tanah air.

"Banyak orang pintar bertebaran di luar negeri. Mungkin karena kita (yang di tanah air) sibuk, nggak sempat memanggil. Kita berharap, mereka mau pulang," ujar Menteri Riset dan Tekhnologi (Menristek) Gusti Muhammad Hatta, Senin (19/12/2011).

Gusti tak memungkiri, bekerja di luar negeri, gajinya yang jauh lebih tinggi dibanding kerja di dalam negeri. Akan tetapi, rasa cinta tanah air, yang membuat para ilmuwan di luar negeri, punya keinginan untuk pulang.

"Saya yakin, pasti ada rasa benih rindu dan sayang Indonesia. Kita, juga sudah mencari data,berapa persisnya jumlah ilmuwan Indonesia yang kerja di luar negeri. Dan pemerintah bisa terus menjalin komunikasi dengan anak negeri yang berkiprah di negeri seberang untuk mau kembali," Gusti menandaskan.

Sementara itu, Deputi Riset dan Tekhnologi bidang Sumber Daya IPTEK,  Freddy Permana Zen mengaku khawatir jumlah orang pintar Indonesia semakin banyak yang direkrut negara-negara lain. Untuk mencegah hal itu, Freddy mengaku  terus berusaha menjaring komunikasi dengan jaringan ilmuan Indonesia di luar negeri.

"Kita tak mau Indonesia terus kehilangan ilmuan karena direkrut negara lain," Freddy menambahkan.

 

Dengan hormat,

kami ingin menyampaikan bahwa Ikatan Ilmuwan Indonesia Internasional (I-4) akan menyelenggarakan 

Refleksi Pemuda Akhir Tahun "Dari Dunia untuk Indonesia" pada:

Tanggal : Senin 19 Desember 2011

Waktu   : Pk. 12:00 s/d. Pk. 18:00 WIB

Tempat : Gedung II, BPPT Lantai 3. (Kementerian Riset dan Teknologi RI) 

Jl. MH Thamrin No. 8, Jakarta 10340

Pembicara : 

1. Dr. Andreas Raharso = Direktur Global Hay Group yang bergerak dalam konsultan manajemen untuk Kabinet Presiden Obama

2. Dr. Yanuar Nugroho = Staf Akademik Terbaik  di Manchester Business School (MBS) di  University of Manchester

3. Dr. Putu Laxman Pendit = Peneliti di RMIT University, Australia untuk bidang manajemen informasi

4. Doni Koesoema M.Ed = Pemerhati permasalahan pendidikan di Indonesia alumni dari Boston College Lynch School of Education. US

5. Dr. Nurul Taufiqu Rochman = Ilmuwan dari Kagoshima University, Jepang yang juga sebagai Ketua Masyarakat Nano Indonesia

6. Prof. Dr. Eko Supriyanto = Ilmuwan Malaysia yang mempunyai lebih dari 100 publikasi Internasional dan 15 patent

 

Bersama ini, kami melampirkan Undangan resmi untuk menghadiri acara

dimaksud dan Rundown Acara.

Kami mohon agar Form konfirmasi kehadiran dalam acara ini dapat disampaikan

melalui email ke:

Pramudita : pramudita.lestari@gmail

Dipta : dipta06@gmail

Batas waktu : Kamis, 15 Desember 2011

Demikian undangan ini kami sampaikan, atas perhatian Saudara, kami ucapkan terima kasih.

INFO 

 

Subcategories

Bergabung Dengan I-4

Anda ingin bergabung dengan Ikatan Ilmuwan Indonesia Internasional. Silahkan kontak kami atau nantikan informasi lebih lengkap mengenai cara bergabung di I-4!

 

Presentasi Diskusi Refleksi Akhir Tahun 2011

Bagi yang belum sempat mengikuti acara ini, anda bisa membaca presentasi pembicara yang dihadirkan di acara tersebut

The Rise of Scientist in Corporate World 

Collaboration & Networking in Research and Education

Strategi Transfer Teknologi dari Lab menuju Industri

Pendidikan tanpa Perpustakaan

 

Newsletter I-4

Ingin tahu perkembangan I-4 ? Anda bisa membaca Newsletter 3 bulanan I-4!. More Info...

Menu