Kairo - "Ilmuwan Indonesia di luar negeri jangan lupakan Tanah Air." Pernyataan itu dikatakan Hasyim Muzadi dalam acara workshop Ikatan Ilmuwan Indonesia Internasional (I-4) di Kairo, Mesir.
Mantan Ketua Umum PBNU yang saat ini menjabat sebagai Sekjen ICIS (International Conference Islamic Scholar) itu menambahkan banyak ilmuwan Indonesia atau mahasiswa yang terlalu lama belajar di luar negeri, menjadi hilang ke-Indonesiaan-nya. Yang lama belajar di Arab, jadi lebih Arab dari orang Arab itu sendiri, yang lama belajar di Eropa atau Amerika malah jadi lebih kebarat-baratan daripada orang Barat," kata Hasyim, 12 Juli lalu.
Workshop ini sendiri diselenggarakan atas inisiatif ilmuwan dan pemuda pelajar Indonesia di luar negeri yang tergabung dalam organisasi I-4. Tema yang diangkat dalam workshop kali ini adalah: Sinergi dan Kemitraan Ilmuwan Timur Tengah, Asia Selatan dan Afrika dalam Membangun Indonesia.
Banyak pakar dan ilmuwan Indonesia yang tinggal di luar negeri hadir dalam acara tersebut. Selain KH Hasyim Muzadi, bertindak sebagai pembicara lainnya adalah Dr Andreas Raharso (Direktur Haygroup-Singapura), Dr. Muhammad Reza (Project Manager ABB Swedia), dan Dr. KH Malik Madani (MUI).
Dr Andreas Raharso yang pernah bergabung sebagai tim trainer untuk menteri kabinet Presiden Obama ini menambahkan, semangat belajar TKI/TKW Indonesia masih kalah jauh dibanding dengan tenaga kerja dari negara lain.
“TKW Indonesia lebih memilih bekerja keras mengerjakan rutinitas yang ada, seperti mencuci, menggosok dll, sementara TKW-TKW asal Singapura atau China lebih memilih bekerja cerdas, untuk terus belajar berusaha menaikkan status sosialnya," ujarnya. Andreas lebih jauh menambahkan, banyak TKW dari negara tersebut yang akhirnya bisa naik posisinya.
Selama dua hari, acara workshop tersebut juga dipancarluaskan oleh jaringan Radio PPI Dunia, sehingga bisa diikuiti oleh pemuda pemudi pelajar Indonesia yang saat ini sedang menuntut ilmu diluar negeri.
Menurut Koordinator I-4 wilayah Timur Tengah dan Afrika, Dr. Fadlolan Musyaffa, kegiatan Workshop Internasional I-4 ini mudah-mudahan bisa menggugah ilmuwan Indonesia di luar negeri agar tetap bersatu dan bersinergis untuk tetap bisa berkontribusi pada Tanah Air.
(sal/nrl)












